Talk to Us
Skip to Content

Peningkatan Keandalan Sistem SPARING melalui Penyesuaian Proteksi Kelistrikan dan Kalibrasi Sensor

August 28, 2026 by

Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) membutuhkan keandalan perangkat instrumentasi dan kelistrikan untuk memastikan data pemantauan dapat diperoleh secara kontinu. Perubahan konfigurasi sensor dalam suatu sistem dapat menyebabkan perubahan kebutuhan daya yang perlu disesuaikan dengan sistem proteksi kelistrikan yang tersedia. Kegiatan maintenance kali ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem SPARING melalui penyesuaian Miniature Circuit Breaker (MCB) serta kalibrasi sensor.

Penyesuaian dilakukan setelah adanya perubahan konfigurasi sensor dari sistem multiprobe menjadi single probe yang terdiri dari beberapa sensor terpisah dan analyzer. Kondisi tersebut menyebabkan MCB 1 A yang sebelumnya digunakan mengalami trip berulang karena beban arus sistem meningkat. Miniature Circuit Breaker (MCB) kemudian disesuaikan menjadi 4 A. Setelah sistem kelistrikan kembali normal, dilakukan kalibrasi sensor dan penerbitan sertifikat kalibrasi sebagai dokumen pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem dapat kembali beroperasi dengan baik dan diharapkan mampu mendukung kontinuitas serta keandalan data pemantauan SPARING .

Pelaksanaan Operasional SPARING

Pelaksanaan Operasional SPARING

Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) merupakan salah satu sistem pemantauan lingkungan yang membutuhkan keandalan perangkat secara menyeluruh. Sistem tidak hanya bergantung pada kemampuan sensor dalam melakukan pengukuran, tetapi juga pada keandalan catu daya, sistem proteksi kelistrikan, komunikasi data, serta perangkat akuisisi data. Perubahan atau penggantian perangkat dapat menyebabkan perubahan konfigurasi sistem, termasuk kebutuhan daya listrik. Kondisi tersebut perlu diperhatikan agar sistem proteksi kelistrikan tetap sesuai dengan karakteristik beban yang
digunakan.

Pada kegiatan maintenance kali ini dilakukan evaluasi terhadap sistem SPARING setelah sebelumnya dilakukan penggantian sensor. Sistem sebelumnya menggunakan Manta +30 Multiprobes, dimana beberapa parameter dapat diukur melalui satu unit multiprobe. Sensor tersebut kemudian digantikan dengan sistem BOQU Single Probes, dimana sensor untuk masing-masing parameter terpasang secara terpisah dan dilengkapi dengan analyzer. Perubahan konfigurasi tersebut menyebabkan jumlah perangkat yang membutuhkan suplai daya menjadi lebih banyak. Pada konfigurasi sebelumnya, sistem menggunakan MCB sebesar 1 A, namun setelah menggunakan konfigurasi sensor baru, MCB mengalami trip berulang karena kebutuhan arus sistem meningkat. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian sistem proteksi kelistrikan agar sesuai dengan konfigurasi perangkat yang digunakan.

Pelaksanaan Maintenance

Pelaksanaan Maintenance

Kegiatan maintenance diawali dengan pemeriksaan kondisi sistem SPARING dan identifikasi penyebab MCB mengalami trip. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan kebutuhan daya setelah dilakukan perubahan konfigurasi sensor dari multiprobe menjadi single probe. Pada konfigurasi baru, sistem menggunakan beberapa sensor secara terpisah yang masing-masing terhubung dengan analyzer. Penambahan perangkat tersebut menyebabkan total kebutuhan arus menjadi lebih besar dibandingkan konfigurasi sebelumnya. MCB 1 A yang digunakan sebelumnya kemudian tidak lagi sesuai dengan kebutuhan beban sistem sehingga dilakukan penggantian menjadi MCB 4 A.

Setelah penggantian MCB , sistem kembali diaktifkan dan dilakukan pengujian untuk memastikan suplai listrik serta perangkat instrumentasi dapat bekerja dengan normal. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi sensor, analyzer, data logger, dan perangkat pendukung lainnya. Tahapan selanjutnya adalah melakukan kalibrasi sensor. Kalibrasi dilakukan untuk memastikan hasil pembacaan sensor tetap sesuai dengan nilai acuan dan dapat digunakan
sebagai data pemantauan yang andal. Proses kalibrasi dilakukan menggunakan prosedur dan standar yang sesuai dengan karakteristik masing-masing sensor. Sebagai bagian dari dokumentasi dan jaminan kualitas hasil pengukuran, kegiatan kalibrasi juga dilengkapi dengan sertifikat kalibrasi. Dokumen tersebut menjadi salah satu bukti pendukung bahwa sensor telah melalui proses pemeriksaan dan kalibrasi serta dapat digunakan kembali dalam kegiatan pemantauan.

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan Pembahasan

Hasil kegiatan maintenance menunjukkan bahwa penyesuaian sistem proteksi kelistrikan diperlukan setelah terjadi perubahan konfigurasi perangkat. Penggunaan sensor single probe dengan beberapa unit sensor dan analyzer memiliki kebutuhan daya yang berbeda dibandingkan penggunaan satu unit multiprobe. Penggantian MCB dari 1 A menjadi 4 A dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap kebutuhan arus sistem. Penyesuaian ini bertujuan agar sistem proteksi dapat bekerja sesuai dengan karakteristik beban sekaligus mencegah terjadinya trip berulang yang dapat mengganggu kontinuitas operasi sistem SPARING.

Namun demikian, peningkatan kapasitas MCB tidak hanya dilakukan dengan mempertimbangkan besarnya arus beban. Dalam penerapannya, pemilihan MCB juga harus
memperhatikan kemampuan hantar arus kabel, karakteristik beban, serta koordinasi dengan sistem proteksi lainnya. Dengan demikian, sistem kelistrikan dapat tetap memberikan perlindungan terhadap kondisi arus lebih tanpa mengganggu operasi normal perangkat. Selain aspek kelistrikan, kalibrasi sensor menjadi bagian penting dalam kegiatan maintenance. Sensor yang telah digunakan secara terus-menerus dapat mengalami perubahan karakteristik pembacaan akibat kondisi lingkungan, penggunaan, maupun faktor lainnya. Kalibrasi dilakukan untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan tetap memiliki tingkat akurasi dan keterlacakan yang baik.

Setelah proses penyesuaian MCB dan kalibrasi selesai dilakukan, sistem SPARING dapat kembali beroperasi secara normal. Sertifikat kalibrasi juga telah disiapkan sebagai dokumen pendukung kegiatan pemantauan dan pemeliharaan sistem.

Kesimpulan

Kegiatan maintenance SPARING menunjukkan bahwa perubahan konfigurasi instrumentasi dapat memengaruhi kebutuhan kelistrikan sistem, sehingga sistem proteksi perlu dievaluasi dan disesuaikan. Penggantian konfigurasi sensor dari Manta +30 Multiprobes menjadi BOQU Single Probes menyebabkan peningkatan jumlah perangkat dan kebutuhan arus, sehingga MCB 1 A yang sebelumnya digunakan mengalami trip dan kemudian disesuaikan menjadi MCB 4 A.

Selain penyesuaian proteksi kelistrikan, dilakukan pula kalibrasi sensor untuk memastikan kualitas dan keandalan hasil pengukuran. Proses kalibrasi dilengkapi dengan sertifikat kalibrasi sebagai dokumen pendukung. Secara keseluruhan, kegiatan maintenance ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem SPARING, baik dari sisi kelistrikan maupun instrumentasi, sehingga sistem dapat beroperasi secara lebih stabil dan mampu menyediakan data pemantauan lingkungan yang dapat diandalkan

Oleh: Irfan Maulana S. | Adrian Fauzan R.

in News
Share this post
Tags
Archive