
Maintenance Sistem SPARING di PT. Batutua Kharisma Permai
Published on Friday, June 12, 2026
Pentingnya Maintenance SPARING untuk Monitoring Air Limbah
Kegiatan maintenance Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) di PT. Batutua Kharisma Permai (BKP) dilaksanakan pada tanggal 28 April hingga 7 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan safety induction oleh Departemen HSE BKP sebagai bentuk pembekalan keselamatan kerja sebelum memasuki area operasional. Pada siang harinya, dilakukan pengecekan lokasi sistem SPARING dan pelepasan sensor dari sistem SPARING untuk dilakukan proses pembersihan dan kalibrasi sensor. Selain itu, baterai yang ada pada panel box SPARING diambil untuk dicoba dilakukan pengecasan terlebih dahulu dan pengecekan battery health karena pada saat ini sistem SPARING menggunakan power supply dari sumber listrik PLN.

Pada hari berikutnya, kegiatan difokuskan pada proses pembersihan dan kalibrasi sensor. Sensor dibersihkan dari kotoran dan kerak yang menempel pada body sensor dengan metode perendaman menggunakan larutan pH 4 agar kerak yang menempel dapat terangkat secara optimal. Sedangkan bagian lain yang keraknya cukup sulit terangkat dibersihkan secara manual dengan penuh kehati-hatian. Bagian lubang pada sensor yang berfungsi sebagai ventilasi untuk sensor depth dibersihkan juga dari kerak karena ada kemungkinan kerak tersebut adalah penyebab dari pembacaan sensor depth yang anomali. Setelah kondisi sensor dinyatakan bersih, kegiatan dilanjutkan dengan proses kalibrasi sensor menggunakan software Manta. Tahapan kalibrasi dimulai dari sensor pH pada titik pH 4, pH 7, dan pH 10 menggunakan larutan buffer sesuai masing-masing titik kalibrasi. Kendala yang terjadi saat kalibrasi sensor pH yaitu nilai error pembacaan sensor pH semakin membesar daripada pada saat kalibrasi di maintenance sebelumnya, namun pembacaannya masih masuk dalam toleransi yang telah ditetapkan. Selanjutnya dilakukan kalibrasi sensor turbidity pada titik 0 NTU dan 100 NTU menggunakan akuades serta larutan buffer turbidity 100 NTU. Pembacaan sensor turbidity ketika kalibrasi kurang stabil dan memiliki nilai SRF yang cukup tinggi. Selanjutnya, dilakukan pula kalibrasi sensor depth dengan cara mengangkat sensor ke udara sehingga tekanan yang terbaca berada pada nilai 0 sebagai titik referensi.Pembacaan sensor depth awalnya terbaca sangat besar sebelum dikalibrasi. Namun, setelah dikalibrasi nilai depth berhasil mendekati nilai 0 namun pembacaannya menjadi kurang stabil dan memiliki SRF yang sangat tinggi.

Setelah seluruh tahapan kalibrasi selesai dilaksanakan, sensor dipasang kembali pada titik SPARING dan dilakukan pengecekan kondisi sistem SPARING secara menyeluruh untuk memastikan seluruh parameter dapat terbaca dengan baik dan sistem bekerja secara normal. Hasil pengecekan sistem SPARING menunjukkan bahwa battery health berada pada level 1% sehingga perlu adanya penggantian baterai untuk sistem SPARING. Pembacaan sensor depth juga menunjukkan nilai yang sangat fluktuatif ketika sensor dimasukkan ke dalam air karena kemungkinan masih terdapat kerak di dalam ventilasi sensor depth itu dan terdapat keterbatasan dari operator untuk mengakses ventilasi depth lebih dalam lagi sehingga sangat sulit untuk dibersihkan. Selain itu, kondisi tiang juga miring yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim pada beberapa bulan yang lalu. Terdapat juga isu perbedaan nilai yang ditamipilkan antara datalogger dan HMI. Namun untuk isu tersebut dapat segera diselesaikan ketika personil berada di lapangan.

Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, pada hari-hari berikutnya, kegiatan diisi dengan diskusi bersama pihak terkait mengenai hasil pengecekan kondisi sistem SPARING guna mengidentifikasi kebutuhan perbaikan maupun penggantian spare part yang diperlukan. Penggantian komponen yang dibutuhkan yaitu baterai 40 Ah dan ada beberapa tambahan komponen juga seperti Automatic Transfer Switch (ATS) agar ketika terjadi pemadaman listrik, sistem sparing akan otomatis mengambil sumber listrik dari baterai sehingga terhindar dari kekosongan data. Selain itu, dilakukan pula kegiatan sharing knowledge kepada pihak user terkait regulasi SPARING terbaru, pengoperasian sistem, serta langkah-langkah maintenance dasar agar sistem dapat beroperasi secara optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup setelah tim memperoleh jadwal outbound untuk keluar dari area site.




